• Home
  • Transactions
    • Checkout
Tuesday, July 14, 2026
  • Login
  • Register
asia.co.id
  • Home
  • Transactions
    • Checkout
No Result
View All Result
  • Home
  • Transactions
    • Checkout
No Result
View All Result
asia.co.id
No Result
View All Result
Home News Business Blockchain

20 Node Publik BlockDAG Mulai Beroperasi di Empat Benua, Menjadi Fondasi Menjelang Distribusi Perangkat X30

asia.co.id by asia.co.id
July 13, 2026
in Blockchain, Kripto, NFT, Tech
0
0
SHARES
8
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

 

Jakarta – Infrastruktur sebuah blockchain dapat dinilai dari berbagai aspek, mulai dari mekanisme konsensus, aktivitas transaksi, hingga keberadaan jaringan node yang menopang operasionalnya. Dalam perkembangan terbaru, BlockDAG Super Explorer mulai menampilkan 20 node publik yang tersebar di berbagai belahan dunia. Meskipun jumlah tersebut masih relatif kecil dibanding jaringan blockchain yang telah matang, keberadaan node-node ini menjadi indikasi bahwa proyek telah memasuki fase pembangunan infrastruktur nyata yang dapat diamati secara langsung oleh publik.

Data yang muncul pada explorer memperlihatkan informasi teknis yang cukup lengkap, mulai dari alamat IP, lokasi geografis, penyedia layanan jaringan (provider), versi perangkat lunak, latensi, hingga ketinggian blok (observed height). Transparansi semacam ini memberikan gambaran bahwa jaringan tidak hanya dikembangkan pada lingkungan internal, tetapi telah berjalan melalui sejumlah server yang tersebar di berbagai negara.


Infrastruktur Nyata Mulai Terlihat

Dalam dunia blockchain, node merupakan tulang punggung jaringan. Seluruh proses validasi data, sinkronisasi blok, penyebaran transaksi hingga komunikasi antarmesin bergantung pada node yang saling terhubung.

Berdasarkan pengamatan terhadap BlockDAG Super Explorer, sedikitnya terdapat 20 alamat IP publik yang aktif dan dapat dipantau secara terbuka.

Daftar tersebut meliputi:

No Lokasi Alamat IP Provider
1 Frankfurt, Jerman 3.120.205.55 Amazon Web Services
2 Amerika Serikat 63.182.36.180 AT&T Business
3 San Jose, California 13.57.132.47 Amazon Web Services
4 California 54.151.18.92 Amazon Web Services
5 Helsinki, Finlandia 65.109.39.81 Hetzner
6 Amerika Serikat 76.170.100.78 Cox Communications
7 Virginia 34.229.102.255 Amazon Web Services
8 Stockholm, Swedia 13.48.29.56 Amazon Web Services
9 Amerika Serikat 47.156.6.142 Cox Communications
10 Singapura 52.76.239.180 Amazon Web Services
11 Inggris 2.24.193.218 Virgin Media
12 Singapura 18.142.70.83 Amazon Web Services
13 Jepang 199.229.220.118 KDDI
14 Tokyo 35.79.88.217 Amazon Web Services
15 Scottsdale, Arizona 24.251.162.126 Cox Communications
16 Parkland, Florida 71.144.117.57 AT&T
17 Cape Town 154.70.222.46 SEACOM
18 Cape Town 197.91.92.89 Dimension Data
19 Cape Town 102.182.77.21 Afrihost
20 Johannesburg 102.39.221.179 Vox Telecom

Tersebar di Empat Benua

Dari daftar tersebut terlihat bahwa jaringan BlockDAG telah memiliki kehadiran di empat kawasan utama dunia.

Distribusinya meliputi:

  • Amerika Utara
  • Eropa
  • Asia Pasifik
  • Afrika

Secara geografis, persebaran ini merupakan langkah penting karena blockchain modern membutuhkan node yang berada pada berbagai lokasi agar sinkronisasi jaringan tetap berjalan dengan latensi rendah sekaligus meningkatkan ketahanan apabila salah satu wilayah mengalami gangguan.

Walaupun jumlah node masih terbatas, penyebaran lintas benua menunjukkan bahwa pembangunan jaringan tidak lagi bersifat lokal.


Tidak Hanya Mengandalkan AWS

Salah satu temuan menarik adalah keberadaan beberapa jenis penyedia jaringan.

Sekitar delapan node diketahui berada pada infrastruktur Amazon Web Services (AWS).

Namun sisanya dijalankan melalui berbagai perusahaan lain seperti:

  • Hetzner
  • Cox Communications
  • AT&T
  • Virgin Media
  • KDDI Jepang
  • SEACOM
  • Dimension Data
  • Afrihost
  • Vox Telecom

Keberagaman provider tersebut mengurangi ketergantungan terhadap satu pusat data, sekaligus meningkatkan redundansi jaringan apabila terjadi gangguan pada salah satu penyedia layanan.


Apa Arti 20 Node?

Dalam perspektif blockchain global, angka 20 tentu masih jauh dibanding Bitcoin maupun Ethereum yang memiliki ribuan node.

Namun angka tersebut tidak dapat dipandang semata-mata dari sisi kuantitas.

Yang lebih penting adalah fakta bahwa node tersebut:

  • aktif,
  • dapat diakses publik,
  • memiliki alamat IP nyata,
  • memperlihatkan sinkronisasi blok,
  • memiliki versi perangkat lunak,
  • menampilkan latensi,
  • serta tersebar di beberapa negara.

Artinya, jaringan BlockDAG telah memasuki fase operasional yang dapat diverifikasi secara independen melalui explorer.


Hubungan dengan Perangkat Penambangan X30

Kemunculan node publik juga dinilai memiliki keterkaitan dengan agenda distribusi perangkat penambangan BlockDAG X30.

Dalam pembaruan pengembangan sebelumnya, tim BlockDAG menjelaskan bahwa mereka masih melakukan penyempurnaan firmware, optimalisasi performa perangkat keras, serta integrasi dashboard pemantauan sebelum proses distribusi dilakukan secara luas.

Node-node yang kini aktif dapat dipandang sebagai fondasi awal bagi infrastruktur tersebut.

Ketika perangkat X30 mulai dikirim kepada para pemesan, besar kemungkinan jumlah node akan meningkat secara bertahap karena semakin banyak perangkat yang bergabung ke dalam jaringan.

Dengan kata lain, node publik saat ini dapat dianggap sebagai jaringan inti (bootstrap network) yang nantinya akan menopang pertumbuhan ekosistem ketika perangkat penambangan mulai beroperasi di berbagai negara.


Potensi Menuju Desentralisasi

Salah satu indikator penting blockchain adalah tingkat desentralisasi.

Semakin banyak node independen yang dijalankan oleh operator berbeda, semakin kecil risiko jaringan bergantung pada satu pihak.

Data explorer menunjukkan bahwa selain memanfaatkan cloud provider, terdapat pula node yang berasal dari jaringan ISP komersial.

Hal tersebut mengindikasikan adanya peluang bahwa sebagian node dioperasikan oleh komunitas atau mitra independen.

Jika tren ini terus berkembang setelah distribusi X30 dimulai, tingkat desentralisasi jaringan berpotensi meningkat secara signifikan.


Masih Ada Tantangan

Meskipun menunjukkan perkembangan positif, jaringan BlockDAG masih menghadapi sejumlah tantangan.

Jumlah node publik masih relatif sedikit untuk ukuran blockchain global.

Selain itu, pertumbuhan jaringan harus diikuti dengan peningkatan aktivitas transaksi, jumlah validator, aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta utilitas token agar infrastruktur yang dibangun memiliki penggunaan nyata.

Keberhasilan proyek dalam jangka panjang juga akan sangat bergantung pada kemampuan mempertahankan stabilitas jaringan ketika jumlah node bertambah secara signifikan.


Kesimpulan

Keberadaan 20 node publik yang dapat diamati melalui BlockDAG Super Explorer merupakan salah satu indikator teknis bahwa proyek telah melampaui tahap konseptual dan mulai membangun infrastruktur yang beroperasi secara nyata. Meski jumlahnya belum besar, penyebaran node di Amerika Utara, Eropa, Asia Pasifik, dan Afrika menunjukkan adanya upaya membangun jaringan global dengan memanfaatkan kombinasi penyedia cloud dan ISP independen.

Dalam konteks rencana pengiriman perangkat penambangan X30, infrastruktur ini dapat menjadi fondasi awal yang penting. Apabila distribusi perangkat berlangsung sesuai rencana dan semakin banyak operator bergabung sebagai node, jaringan BlockDAG berpotensi berkembang menjadi lebih terdesentralisasi dan memiliki kapasitas yang lebih besar. Namun, keberhasilan akhirnya tetap akan ditentukan oleh pertumbuhan jumlah node independen, aktivitas ekonomi di dalam ekosistem, serta kemampuan proyek mempertahankan performa dan keandalan jaringan dalam jangka panjang.

asia.co.id

asia.co.id

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

June 24, 2026

GarudaChain Perkenalkan Infrastruktur Blockchain Layer-1 untuk Indonesia, Usung Konsensus IBFT 2.0 dan Ekosistem EVM

July 6, 2026
RumayaKos.id: Platform Digital yang Mengubah Cara Masyarakat Mencari dan Mengelola Bisnis Kos di Indonesia

RumayaKos.id: Platform Digital yang Mengubah Cara Masyarakat Mencari dan Mengelola Bisnis Kos di Indonesia

June 29, 2026
BlockDAG (BDAG): Proyek Blockchain Generasi Baru yang Menggabungkan Kecepatan DAG dan Keamanan Proof-of-Work

BlockDAG (BDAG): Proyek Blockchain Generasi Baru yang Menggabungkan Kecepatan DAG dan Keamanan Proof-of-Work

June 24, 2026
BlockDAG (BDAG): Proyek Blockchain Generasi Baru yang Menggabungkan Kecepatan DAG dan Keamanan Proof-of-Work

BlockDAG (BDAG): Proyek Blockchain Generasi Baru yang Menggabungkan Kecepatan DAG dan Keamanan Proof-of-Work

0
SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

0

Dalam Kekacauan Pasar, Musuh Terbesar Adalah Kepanikan

0

Desentralisasi, Anonimitas, Regulasi, dan Penipuan Investor Ritel Kripto di Asia

0

20 Node Publik BlockDAG Mulai Beroperasi di Empat Benua, Menjadi Fondasi Menjelang Distribusi Perangkat X30

July 13, 2026

Mengenal DePIN: Teknologi yang Menghubungkan Blockchain dengan Infrastruktur Dunia Nyata

July 12, 2026

DeNet Bangun Masa Depan Penyimpanan Data Terdesentralisasi, Mampukah Menjadi Penantang Cloud Tradisional?

July 12, 2026

MashAI Tunda Listing hingga 21 Juli: Strategi Memperkuat Utilitas atau Ujian Kepercayaan Komunitas?

July 11, 2026

Recent News

20 Node Publik BlockDAG Mulai Beroperasi di Empat Benua, Menjadi Fondasi Menjelang Distribusi Perangkat X30

July 13, 2026

Mengenal DePIN: Teknologi yang Menghubungkan Blockchain dengan Infrastruktur Dunia Nyata

July 12, 2026

DeNet Bangun Masa Depan Penyimpanan Data Terdesentralisasi, Mampukah Menjadi Penantang Cloud Tradisional?

July 12, 2026

MashAI Tunda Listing hingga 21 Juli: Strategi Memperkuat Utilitas atau Ujian Kepercayaan Komunitas?

July 11, 2026

asia.co.id the Investment news

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Apps
  • Blockchain
  • Business
  • Gadget
  • Gaming
  • Hukum
  • Hukum
  • Kripto
  • Market
  • Mobile
  • News
  • NFT
  • Politics
  • Properti
  • Review
  • Science
  • Tech
  • Uncategorized

Recent News

20 Node Publik BlockDAG Mulai Beroperasi di Empat Benua, Menjadi Fondasi Menjelang Distribusi Perangkat X30

July 13, 2026

Mengenal DePIN: Teknologi yang Menghubungkan Blockchain dengan Infrastruktur Dunia Nyata

July 12, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Asia.co.id - asia.co.idasia.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Transactions
    • Checkout

© 2026 Asia.co.id - asia.co.idasia.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by