Home Motivation Stategi Membangun UMKM yang Tahan terhadap Resesi

Stategi Membangun UMKM yang Tahan terhadap Resesi

37
0

Stategi Membangun UMKM yang Tahan terhadap Resesi – Resesi ekonomi merupakan kondisi yang paling ditakuti para pelaku bisnis. Terjadinya resesi akan memberi dampak pada nilai pertukaran uang, pasar modal hingga perekonomian bangsa secara keseluruhan. Kondisi ini akan dirasakan sebagai masa yang paling sulit bagi semua orang. Jumlah pengangguran akan meningkat karena resesi dan secara langsung akan mengancam sumber pendapatan masyarakat.

Kondisi ekonomi yang buruk karena resesi bisa disebabkan banyak faktor. Salah satu sebabnya adalah yang saat ini sedang terjadi yaitu mewabahnya virus Corona di seluruh dunia. Resesi memang sangat mengkhawatirkan. Namun tidak semua jenis usaha terancam bangkrut karena keadaan ini. Masih ada usaha mikro kecil dan menengah atau UMKM yang disebut bisa bertahan di tengah resesi. Inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan saat mendirikan usaha mikro agar tidak terpengaruh oleh resesi.

Pilih Produk yang Selalu Dibutuhkan

Usaha yang menjual produk kebutuhan primer bisa dipastikan akan tahan terhadap resesi. Produk seperti makanan dan sandang akan selalu memiliki daya beli yang tinggi. Ketika ada kondisi tertentu yang membuat ekonomi lesu, permintaan terhadap produk tersebut tidak akan turun secara drastis. Pelaku usaha dengan produk-produk yang selalu dibutuhkan akan terhindar dari dampak resesi global yang selalu merugikan. Hanya dengan berusaha mempertahankan kualitas, pelaku UMKM untuk produk kebutuhan utama akan tetap mendapat keuntungan.

Raup Konsumen Loyal

Strategi membangun UMKM agar tahan terhadap resesi juga harus dengan memperhatikan konsumen. Pada masa awal membangun usaha, penting sekali untuk bisa meraup banyak konsumen yang loyal. Beragam cara bisa digunakan seperti dengan memberikan banyak manfaat atau keuntungan pada konsumen. Hal yang terpenting adalah memberikan jaminan kualitas dari produk yang dijual. Dengan begitu, konsumen akan menjadi loyal dan akan tetap setia meskipun sedang terjadi resesi.

Hindari Utang

Melakukan pinjaman atau utang di awal membangun bisnis merupakan satu hal yang sering dijadikan strategi membangun UMKM. Dana segar yang didapat dari pinjaman menjadi modal yang sangat membantu. Namun hal tersebut justru bisa membawa dampak merugikan di masa depan terutama ketika terjadi resesi. Saat keuntungan menurun karena resesi akan menjadi kesulitan besar jika masih terlilit utang. Maka sebisa mungkin hindari mengambil utang untuk memulai sebuah usaha. Sebaiknya mulai usaha dengan modal seadanya dan bersabarlah untuk prosesnya.

Populerkan Brand

Pada awal mendirikan usaha, sebaiknya brand atau merk produk tertentu diperkenalkan kepada konsumen dengan maksimal. Bisa dengan memanfaatkan media sosial atau media promosi lain untuk menjangkau pasar yang lebih luas. Saat sebuah brand sudah sangat populer di masyarakat, maka kondisi ekonomi yang menurun tidak akan memberikan dampak apa-apa. Usaha tersebut akan mampu bertahan di tengah resesi yang menyulitkan.

Lakukan Evaluasi Rutin

Saat sebuah brand sudah cukup terkenal dan mampu mendulang keuntungan besar, bukan berarti usaha tersebut sudah sangat bagus. Tetap harus ada evaluasi yang dilakukan secara rutin. Dengan evaluasi secara berkala, akan mudah untuk menemukan kekurangan dan segera dicari solusinya. Tanpa evaluasi rutin, mungkin usaha tersebut akan tetap berjalan. Tapi ketika sudah bertemu dengan resesi, keadaan akan jadi berbeda.

Resesi menjadi bukti bahwa ekonomi tidak pernah selalu stabil. Terjadinya resesi bisa menjadi pukulan berat bagi para pelaku usaha. Untuk itu, banyak yang perlu diperhatikan ketika usaha mulai dibangun agar nantinya terjadinya resesi sewaktu-waktu tidak menimbulkan dampak yang terlalu buruk. Lima strategi membangun UMKM di atas bisa menjadi pedoman untuk memiliki usaha yang bisa tetap bertahan dalam resesi. Risma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here