Home Bisnis Sejarah Bisnis Salim Group yang Paling Menginsprirasi Pebisnis Milenial

Sejarah Bisnis Salim Group yang Paling Menginsprirasi Pebisnis Milenial

34
0

Sejarah Bisnis Salim Group yang Paling Menginsprirasi Pebisnis Milenial. Diantara Anda pasri sudah tidak asing jika mendengar nama BCA yag merupakan salah satu bank terbesar di dunia, juga mendengar Indomie yang merupakan perusahaan mie instan raksasa di Indonesia yang saat ini tengah merajai dunia kuliner sampai ke manca negara. Namun, tahukah Anda jika kedua perusahaan besar tersebut bukanlah perusahaan induk yang berjalan sendiri. Kedua perusahaan tersebut merupakan anak subsidiary dari kerajaan bisnis Salim Group.

Salim Group memiliki jangkauan bisnis yang sangat luas dan bisa dikatakan sebagai barometer dan garda terdepan di dunia bisnis Indonesia. Salim Group memiliki bisnis di beberapa sektor yang paling berpengaruh diantaranya sektor industri makanan, perbankan, ritel, bahan bangunan, hingga otomotif. Luas nya jangkauan bisnis Salim Group membuat orang lain turut berdecak kagum akan pencapaian ini. Namun realitanya, untuk mencapai titik tersebut, diperlukan perjuangan yang ekstra.

Bisnis Salim Group dirilis pertama kali oleh Liem Siem Linong atau Soedono Salim yang lahir di Fuqing, Tiongkok. Liem kemudian bermigrasi ke Indonesia tepatnya ke Kudus, Jawa Tengah. Pada awal kedatangannya ke Indonesia, Liem hanya bekerja sebagai buruh di pabrik tahu dan kerupuk di Kudus. Namun seiring berjalannya waktu Ia pun terjun langsung untuk mencicipi dunia bisnis.

Disana Ia merintis bisnis pakaian dan bahan kebutuhan lainnya secara rajin dan ulet dan tak lupa di barengi dengan kepintarannya dalam berkomunikasi. Salim Group sendiri merupakan perusahaan induk terbesar dari berbagai macam bidang usaha diantaranya seperti Indomobil, Super Indo, Bogasari hingga Indomaret yang daat ini tengah merajai dunia bisnis tanah air.

Pada masa orde lama, Bisnis Salim Group sudah ada dan berkembang. Pada saat itu, tahun 1942 Liem menganalisis dari kasus para pebisnis yang berhenti. Kemudian dia menganalisis hal tersebut untuk bertahan dan mencari celah. Pada saat Jepang kalah dan Indonesia tengah memperjuangkan kemerdekaan melawan Belanda, Liem bernai mengambil resiko untuk menyelundupkan bahan pokok kebutuhan tentara. Pada tahun 1952 Liem pindah ke Jakarta untuk memulai  ekspansi bisnis dibidang lain seperti onderdil sepeda, bank dan lain sebagainya.

Pada masa orde baru dibawah pimpinan rezim Soeharto tepatnya pada tahun 1967, Salim Group resmi didirikan dan disahkan. Pada saat itu, presiden Soeharto meminta 4 orang untuk menjalankan bisnis secara bersama-sama yang diantaranya Dalah Djuhar Sutanto, Ibrahim Risjad, Sudwikatmono dan Liem sebagai ketuanya. Kelompok ini kemudian disebut Geng Empat Serangkai yang pada akhirnya disebut sebagai Salim Group.

Bisnis Salim Group yang dibangun Liem sampai saat ini terus eksis di dunia per bsinisan tanah air. Hal ini disebabkan karena karakter Liem sebagai pendiri yang memiliki jiwa bisnisman yang berkarakter sangat kuat dalam membangun kolaborasi dan juga melihat menganalisis dan mengambil peluang bisnis yang ada serta mendapatkan mitra yang handal.

Kemajuan Salim Group bisa dilihat dari perusahaan ini yang saat ini tengah melebarkan sayapnya dengan bukti pergerakan saham Subdinary Salim Group yang konsisten naik dan juga menguntungkan para pemilik saham. Hal ini menyebabkan banyak para pemilik saham berlomba-lomba untuk membeli saham di Salim Group. Meskipun bisnis yang dikembangkan berjalan di berbagai bidang usaha, namun ada beberapa sahan yang menjadi idaman para pemain saham.

Diatas merupakan pembahasan mengenai sejarah Bisnis Salim Group yang  menjadi inspirasi para kaum Milenial untuk segera terjun ke dunia bisnis. Semoga tulisan ini bisa berguna dan bermanfaat bagi Anda semua. Juga memberikan informasi dan menjadi referensi mengenai dunia bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here