Home Interior Sejarah Bisnis Kopi Kapal Api yang Paling Menginspirasi Pebisnis Kopi Milenial

Sejarah Bisnis Kopi Kapal Api yang Paling Menginspirasi Pebisnis Kopi Milenial

50
0

Sejarah Bisnis Kopi Kapal Api yang Paling Menginspirasi Pebisnis Kopi Milenial. Menjadi seorang enterprenur yang sukses adalah impian semua orang yang menggeluti bidang bisnis sebagai pekerjaan utamanya. Banyak cerita keberhasilan baik dari pengusaha luar negeri ataupun dalam negeri yang bisa dijadikan contoh oleh generasi muda. Meskipun untuk bisa menjadi pembisnis hebat harus melalui perjuangan yang melelahkan dan memikirkan berbagai macam hal yang menjadi penunjangnya seperti produk, pesaing, target konsumen, iklan, dsb.

Namun jika semua itu sudah berhasil maka kekayaan lah jaminan untuk keluarganya. Ada satu contoh yang akan menjadi pembahasan kali ini, yakni bisnis kopi kapal api. Siapapun orangnya tidak akan asing dengan produk satu ini, apalagi jika termasuk penggemar kopi. Karena memang pada kenyataanya bisnis ini sudah sangat melejit. Nah akan tetapi di balik kesuksesan kopi tersebut ternyata terdapat sejarah yang bisa dijadikan pelajaran untuk meneruskan perjuangan menjadi pembisnis. Mau tau bagaimana cerita sejarahnya, yuk ikuti terus penjelasan di bawah ini.

Berawal dari produk bubuk kopi Hap Hoo Tjan

Lahirnya kopi kapal api dimulai pada tahun 1920 silam. Seorang imigran yang berasal dari Tiongkok bernama Go Soe Loet melakukan perjalanan ke Hindia Belanda dengan kedua saudaranya. Yakni Go Soe Bing dan Go Bie Tjong. Kemudian meraka mulai melakukan bisnis kopi bermerek Hap Hoo Tjan di sekitaran Surabaya. Kopi tersebut dijual oleh mereka dengan cara menjajakan menggunakan sepeda ontel.

Pelanggan utamanya adalah para pelaut serta masyarakat di sekitar pelabuhan. Dari sinilah kemudian muncul nama kopi kapal api. Bukan hanya namanya saja yang terinspirasi dari pelanggan mereka, namun juga logo yang ada di dalam kemasannya. Logo itu diambil dari pelanggan mereka yang sering ada di pelabuhan. Seiring berjalannya waktu bisnis kopi kapal api semakin laris dan dikenal banyak orang.

Sempat bangkrut dan terpecah belah

Perkembangan kopi kapal api di kota Surabaya malah membuat Go Soe Loet dan dua saudaranya terpecah belah. Sampai pada akhirnya semua aset perusahaan harus dibagi rata. Sementara dalam pembagian itu dirinya mendapatkan bagian pabrik penggorengan kopi. Go Soe Loet sendiri mempnyai 5 orang anak, yakni Indra Boediono, Soedomo Mergonot, Singgih Gunawan, Lenny Setyawati, dan terakhir Wiwik Sundari.

Agar bisnis kopi kapal api tetap berjalan dengan semestinya dirinya pun mengajak anak pertama Indra dan anak kedua Soedomo. Walaupun sempat gulung tikar namun Soedomo berhasil membangun lagi bisnis tersebut dan mengganti nama menjadi PT Santos Jaya Abadi. Alhasil dengan semua jerih payahnya itu, bisnisnya berhasil terselamatkan dan menjadi besar sampai saat ini.

Kopi kapal api menjadi rajanya pasar

 Pada tahun 1985 produk kapal api sudah dijual sampai ke luar negeri. Negara pertama yang menjadi pilihan ekspor adalah Arab Saudi, baru disusul oleh Taiwan, Hongkong dan Malaysia. Nama dari Soedomo Mergonoto semakin terkenal dan menjadi insiprasi banyak orang, terutama pengusaha di Indonesia.

Sampai saat ini bisnis kopi kapal api menjadi sala satu coffee roaster paling besar di Asia. Jumlah pegawainya saja sudah mencapai 10 ribu orang. bukan iu saja, pabrik kopi kapal api juga menjadi naungan dari beberapa usaha lain. Seperti kopi ABC, Goood Day, Kopi Ya dll.

Demikianlah penjelasan dari sejarah bisnis kopi kapal api yang melegenda itu. Di balik kesuksesan tentu ada doa dan perjuangan yang tidak ada batasnya. Namun semua perjuangan ini bisa dijadikan contoh untuk anak milenial jaman sekarang, bahwa untuk membangun sebuh bisnis yang besar membutuhkan tekad yang kuat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here