Home Bisnis Seberapa Banyak Bisnis UMKM yang Lumpuh Akibat Pandemi Covid-19 dan Resesi Global

Seberapa Banyak Bisnis UMKM yang Lumpuh Akibat Pandemi Covid-19 dan Resesi Global

54
0

Seberapa Banyak Bisnis UMKM yang Lumpuh Akibat Pandemi Covid-19 dan Resesi Global – Tidak bisa dipungkiri, perekonomian dunia sangat terguncang sejak kehadiran wabah corona. Para pelaku bisnis merasa cemas dan panik, takut terkena imbas dari krisis ekonomi. Kondisi ini menimbulkan ketidakpastian hampir di segala bidang.

Setidaknya, ada 4 sektor yang paling tertekan dengan kondisi saat ini. Keempat sektor tersebut adalah rumah tangga, korporasi, UMKM, dan sektor keuangan yang saling berkaitan. Penyebab permasalahan tersebut timbul, salah satunya adalah munculnya kebijakan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

Dari sektor UMKM, adanya peraturan tersebut mengakibatkan bisnis yang dijalani bisa mengalami kelumpuhan, diantaranya adalah:

  • Sulitnya bahan baku
  • Harga bahan baku meningkat
  • Penjualan menurun
  • Distribusi terhambat
  • Modal terhambat
  • Proses produksi menjadi lebih lama.
  • Karyawan yang lebih memilih pulang kampung akibat adanya Corona

Sedangkan faktor pendukung penyebab sulitnya menjual produk yang dimiliki diantaranya adalah:

  • Jumlah pelanggan yang semakin berkurang
  • Tidak ada kepastian kapan pandemi berakhir
  • Sulit mendapatkan modal usaha
  • Tidak bisa leluasa menerima pelanggan di tempat usaha
  • Pemberlakuan batasan jam operasional

Hampir 70.000 pelaku usaha UMKM terdampak akibat adanya pandemi Covid-19 yang menyebar di Indonesia. Setidaknya, ada 5 jenis usaha UMKM yang paling merasakan dampak adanya Corona dan resesi secara global. Kelima jenis usaha tersebut adalah:

  • Penyediaan akomodasi makanan dan minuman
  • Industri pengolahan
  • Pedagang besar dan eceran
  • Aktivitas jasa lainnya
  • Usaha pertanian, perikanan, dan kehutanan

Bisnis UMKM yang lumpuh bisa berakibat pada terganggunya kewajiban untuk membayar kredit. Dalam hal penyediaan akomodasi untuk bahan pangan, semua jadwal pengiriman mengalami gangguan disebabkan adanya wabah Corona ini.

Sebab, di beberapa titik telah menerapkan pembatasan dan ketentuan khusus jika ingin melewati wilayah tersebut. Bahkan, hal ini juga berdampak pada penundaan pengiriman barang di beberapa ekspedisi disebabkan prosedur yang harus dilewati lumayan panjang.

Itu sebabnya sebagian besar UMKM yang tidak bisa bertahan terpaksa tumbang dengan menutup usahanya. Faktor sepi, tidak ada pembeli, dan bahan baku yang mahal menjadi beberapa alasan yang menyebabkan lumpuhnya usaha UMKM tersebut.

Walau demikian, masih ada pelaku UMKM yang bisa survive dengan kondisi resesi global seperti saat ini. Salah satunya adalah sektor pangan yang masih berusaha tetap bertahan dengan cara melakukan beberapa perombakan. Diantaranya adalah dalam hal pengelolaan modal, jumlah pekerja yang dibatasi, serta metode iklan yang digunakan.

Dengan adanya program PSBB dan WFH (Work From Home) membuat masyarakat lebih banyak beraktivitas dari rumah. Hal inilah yang dimanfaatkan oleh pelaku UMKM dengan cara memberikan penawaran layanan secara online demi mengatasi kondisi Bisnis UMKM yang lumpuh dan nyaris tutup.

Jika dulu pemilik usaha pangan hanya mengandalkan kedatangan konsumen, namun saat ini tidak lagi. Dengan memanfaatkan teknologi dan aplikasi yang tersedia di smartphone, beberapa pengusaha menawarkan jasa antar atau kirim ke rumah konsumen secara langsung. 

Hal ini telah diterapkan oleh pebisnis UMKM yang memiliki produk herbal dan penjual sayuran dan buah segar. Bahkan, pemilik rumah makan atau minuman yang menawarkan makanan yang praktis dan siap saji seperti frozen food. Tidak hanya itu pelaku UMKM seperti laundry pun sudah mulai menerapkan sistem jemput dan antar cucian kepada para pelanggannya.

Banyak pelaku usaha UMKM yang berusaha bangkit dari keterpurukan akibat adanya Covid-19 dan resesi global. Mulai dari memberikan layanan jasa antar, order secara online, hingga menyediakan makanan siap saji yang praktis dalam bentuk frozen food. Segala macam cara dilakukan untuk meningkatkan bisnis UMKM yang lumpuh dan nyaris gulung tikar agar bisa tetap bertahan. Ratna

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here