Home Design Interior Perkembangan Laju Bisnis Ritel Selama Masa Pandemi Covid-19

Perkembangan Laju Bisnis Ritel Selama Masa Pandemi Covid-19

81
0

Perkembangan Laju Bisnis Ritel Selama Masa Pandemi Covid-19. Seperti yang kita tahu bahwa pandemi covid-19 memberikan dampak buruk pada beberapa sektor kehidupan, tak terkecuali bisnis ritel. Bisnis ritel di masa sekarang semakin terdesak mundur lantaran daya beli masyarakat yang kunjung menurun.

Minimnya daya beli masyarakat diakibatkan oleh berkurangnya pendapatan selama masa pandemi ini. Terang saja, karena banyak perusahaan atau wirausaha yang terpaksa tutup lantaran untuk mengantisipasi penyebaran virus corona. Apalagi, ketidakpastian ekonomi ini dialami oleh masyarakat secara merata. Sehingga, hal ini pun juga berdampak pada pekerja di sektor industri maupun umkm.

Menurunnya daya beli masyarakat ini juga berimbas pada laju bisnis ritel. Perkembangan bisnis ini di masa pandemi covid-19 sangatlah lambat, bahkan terancam menurun. Bisa dibilang, bisnis ritel pakaian adalah sektor yang paling terpuruk selama masa pandemi ini. Pertumbuhannya digadang-gadang hanya mencapai 1,5 persen pada tahhun 2020 ini.

Beberapa orang yang bekerja pada sektor ritel telah melaporkan anjloknya bisnis mereka gara-gara pandemi ke pihak yang berwenang. Hal ini memang perlu dilakukan untuk mengantisipasi anjloknya bisnis susulan. Sebab, sudah banyak perusahaan ritel yang terpaksa harus menutup beberapa gerainya lantaran covid-19 ini. Dampak yang paling parah adalah banyaknya pegawai atau tenaga kerja yang harus mengalami phk. Sehingga, hal ini juga menyebabkan pengangguran semakin merajalela.

Ketika era new normal telah digaungkan, tidak banyak hal yang berkembang dari laju bisnis ritel. Meskipun telah banyak toko pakaian yang buka, namun daya beli masyarakat tetap menurun. Hal ini karena mayoritas masyarakat lebih mengutamakan kebutuhan pokok seperti tempat tinggal dan bahan pangan.

Lantaran di masa pandemi ini banyak orang yang kehilangan tempat tinggal karena tidak mampu membayar sewa. Selain itu, banyak masyarakat yang penghasilannya menurun drastis atau bahkan kehilangan mata pencaharian, sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan saja rasanya sudah sulit, apalagi harus membeli pakaian..

Meskipun keadaannya telah terpuruk, namun masih banyak pebisnis ritel yang tidak kehilangan akal, yakni dengan melakukan inisiatif-inisiatif baru untuk menggaet pembeli. Salah satu caranya yakni dengan memberikan akses yang mudah kepada masyarakat untuk berbelanja. Tentunya, masyarakat indonesia sudah tidak asing lagi dengan yang namanya belanja online. Hal ini dapat menjadi terobosan baru untuk laju bisnis ritel yang mungkin belum menerapkan cara berdagang secara online.

Meskipun hasilnya tidak bisa maksimal seperti hari biasanya, namun menjalankan toko secara online terbukti mampu meminimalisir adanya kerugian atau kemacetan dalam berbisnis. Pengusaha pun dapat menjangkau pelanggannya secara lebih jauh dan luas. Sehingga, produk ritel dapat tetap didistribusikan dan terus diperbarui koleksinya.

Untuk meminimalisir penyebaran pandemi, pegiat laju bisnis ritel pun banyak yang mengalihkan proses transaksi menjadi online. Cara ini terbilang aman karena penjual dan pembeli tidak perlu berinteraksi dan berkontak secara langsung. Dengan adanya transaksi online ini, penyebaran covid melalui uang tunai pun dapat diminimalisir. Sehingga diharapkan pandemi ini dapat segera berakhir karena banyaknya masyarakat yang sadar dengan pentingnya transaksi non tunai.

Itu dia pembahasan mengenai perkembangan laju bisnis ritel di masa pandemi covid-19. Meskipun saat ini segala sektor kehidupan tengah terpuruk—termasuk pada industri ritel, penting sekali untuk mampu bertahan atau survival di tengah kondisi seperti ini. Penting pula menerapkan sikap yang ulet dan tahan banting agar tidak mudah menyerah dalam menggeluti usaha pakaian ini. Semoga pembahasan pada kali ini bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here