Home Motivation Dampak Resesi terhadap Bisnis UMKM dalam Hal Akselerasi

Dampak Resesi terhadap Bisnis UMKM dalam Hal Akselerasi

33
0

Dampak Resesi terhadap Bisnis UMKM dalam Hal Akselerasi – Resesi merupakan salah satu dampak dari pandemi virus corona yang tidak bisa terbantahkan lagi. Setelah kurang lebih 3 bulan segala aktivitas luar dihentikan, roda perekonomian mulai tersendat. Untungnya, tidak semua roda ekonomian benar-benar mati karena ada beberapa macam UMKM atau usaha mikro, kecil dan menengah masih bisa berjalan.

Jalannya usaha UMKM ini bukannya tanpa kendala. Selama masa lock down, banyak pengusaha UMKM kelimpungan untuk menyelamatkan bisnis yang dimilikinya. Beberapa memilih merumahkan pegawai, beberapa memilih pengaturan jadwal. Namun ada juga yang akhirnya harus menutup usahanya secara permanen karena tidak bisa melewati masa krisis.

Bagi pengusaha bisnis UMKM jika ingin terus bertahan dan berkembang maka harus melakukan langkah akselerasi. Setidaknya, itulah yang sudah dilakukan oleh pengusaha UMKM yang bisa bertahan hingga saat ini. Sebagai pengusaha yang ingin berkembang menjadi besar, mengikuti perkebangan zaman adalah suatu keharusan. Apalagi di tengah pandemi di mana pertemuan langsung masih cukup terbatas.

Akselerasi ini bisa memanfaatkan berbagai platform yang mampu membantu para pengusaha dalam memasarkan produknya. Baik itu berupa e-commerce maupun pihak-pihak yang mendukung akselerasi UMKM yang saat ini diharapkan mampu menjadi tulang punggung bangkitnya kembali perekonomian di dalam negeri, seperti perusahaan ojeg online yang mengadakan pelatihan bagi para pengusaha.

Bukan hanya itu saja, demi akselerasi para pengusaha di bidang bisnis UMKM ini juga dimudahkan dalam masalah peminjaman modal. Beberapa tempat peminjaman uang online menawarkan bunga kecil dengan waktu pembayaran dan cicilan yang bisa disesuaikan. Bagi para pengusaha yang sedang mencoba bangkit kembali atau mempertahankan bisnisnya, tawaran ini terntu saja sangat membantu.

Selain itu, pihak pemerintah juga ikut mendukung para pengusaha UMKM ini. Faktanya, usaha mikro, kecil dan menengah ini sudah mampu menyumbang pendapat yang besar ke dalam kas negara. Meskipun skala usahanya kecil, namun banyaknya pelaku usaha di bidang ini, persentase pemasukannya cukup menjanjikan. Pihak pemerintah juga mencoba memotivasi para pelaku bisnis dengan cara menyediakan iklim persaingan usaha yang sehat.

Program akselerasi dari pemerintah ini sudah dirancang bahkan sebelum adanya pandemi corona melanda negeri ini. Akan tetapi, melihat betapa pentingnya bisnis UMKM bagi pemulihan perekonimian, proses akselerasi ini tentunya harus lebih ditekankan lagi dan dipercepat. Meskipun dinyatakan bahwa untuk proses akselerasi ini memakan dana yang lumayan besar, pemerintah tengah berusaha menyediakan layanan akselerasi yang terbaik.

Sejauh ini, pemerintah sudah menyusun enam langkah untuk membangkitkan kembali UMKM pasca corona. Langkah tersebut terdiri dari memperluas jangkauan pasar, meningkatkan daya saing, mengembangkan kewirausahaan itu sendiri, akselerasi dalam aspek pembiayaan dan investasi, membuka peluang untuk berusaha dan tentunya melakukan koordinasi lintas sektor karena program ini tidak bisa berjalan sendiri.

Memang tidak salah pemerintah memfokuskan diri untuk membangkirkan UMKM karena usaha ini bisa menyerap sebagian besar tenaga kerja yang ada. Karena cakupannya di wilayah-wilayah bahkan daerah-daerah kecil, UMKM juga mampu mengembangkan suatu tempat tanpa harus terlalu membebankan diri kepada pemerintah. Apalagi mengharapkan kucuran dana langsung untuk menyambung hidup di masa-masa yang belum stabil ini.

Diharapkan, dengan adanya akselerasi pada bisnis UMKM, perekonomian di dalam negeri bisa segera stabil. Sehingga, kesenjangan ekonomi yang sempat meningkat selama pandemi segera mereda. Terlepas dari hal itu, adanya akselerasi ini bisa membuka peluagn usaha yang lebih besar, bukan hanya dalam skala nasional saja melainkan juga skala internasional. Efa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here