• Home
  • Transactions
    • Checkout
Saturday, July 25, 2026
  • Login
  • Register
asia.co.id
  • Home
  • Transactions
    • Checkout
No Result
View All Result
  • Home
  • Transactions
    • Checkout
No Result
View All Result
asia.co.id
No Result
View All Result
Home News Business Blockchain Kripto

Memahami Peringkat Likuiditas di CoinMarketCap:

Mengapa Bursa dengan Volume Besar Belum Tentu Menjadi yang Paling Likuid untuk BlockDAG (BDAG)?

asia.co.id by asia.co.id
July 25, 2026
in Kripto, Market, News, Review
0
0
SHARES
3
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh Redaksi Teknologi & Blockchain

Di dunia aset kripto, banyak investor masih beranggapan bahwa volume perdagangan (trading volume) merupakan indikator utama untuk menentukan kualitas sebuah bursa (exchange). Padahal, CoinMarketCap (CMC) justru menyediakan metrik lain yang sering kali lebih penting, yakni Liquidity Score atau Skor Likuiditas.

Melalui tangkapan layar CoinMarketCap yang memperlihatkan daftar pasangan perdagangan BDAG/USDT, terlihat bahwa urutan bursa tidak mengikuti besarnya volume transaksi 24 jam, melainkan berdasarkan tingkat likuiditas. Hal ini menjadi menarik karena terdapat bursa dengan volume miliaran rupiah tetapi memiliki skor likuiditas yang lebih rendah dibandingkan bursa dengan volume yang jauh lebih kecil.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa dalam perdagangan aset digital, likuiditas merupakan fondasi utama terbentuknya harga yang sehat, stabil, dan efisien.


Apa Itu Likuiditas di CoinMarketCap?

Likuiditas adalah ukuran seberapa mudah suatu aset dapat dibeli atau dijual tanpa menyebabkan perubahan harga yang signifikan.

CoinMarketCap menggunakan berbagai parameter untuk menghitung Liquidity Score, di antaranya:

  • Kedalaman order book (Depth)
  • Spread antara harga bid dan ask
  • Jumlah order aktif
  • Konsistensi aktivitas perdagangan
  • Kemampuan menyerap transaksi besar
  • Stabilitas harga

Dengan kata lain, CMC tidak hanya melihat berapa besar transaksi terjadi, tetapi juga seberapa sehat pasar tersebut.

Misalnya, sebuah bursa dapat mencatat volume perdagangan Rp30 miliar dalam sehari. Namun apabila order book-nya tipis sehingga transaksi senilai Rp50 juta saja mampu menggerakkan harga hingga beberapa persen, maka likuiditasnya dianggap rendah.

Sebaliknya, bursa dengan volume lebih kecil tetapi memiliki order book yang dalam dan spread yang sempit dapat memperoleh skor likuiditas lebih tinggi.


Mengapa CoinMarketCap Menggunakan Liquidity Score?

Pada awal perkembangan industri kripto, banyak bursa dilaporkan melakukan praktik wash trading, yaitu transaksi palsu yang dilakukan untuk meningkatkan volume perdagangan secara artifisial.

Akibatnya, volume transaksi tidak lagi menjadi indikator yang sepenuhnya dapat dipercaya.

Sebagai respons, CoinMarketCap mengembangkan sistem Liquidity Score agar pengguna dapat menilai kualitas pasar secara lebih objektif.

Pendekatan ini membantu investor membedakan antara:

  • Volume yang benar-benar berasal dari aktivitas pasar.
  • Volume yang dihasilkan oleh perdagangan semu.

Analisis Pasangan BlockDAG (BDAG/USDT)

Berdasarkan tangkapan layar CoinMarketCap, terdapat beberapa bursa yang menyediakan pasangan perdagangan BDAG/USDT.

Masing-masing memiliki karakteristik berbeda.


1. BitMart

Likuiditas: 647

Volume 24 Jam:
sekitar Rp45,85 juta

BitMart menempati posisi pertama berdasarkan skor likuiditas.

Walaupun volume hariannya relatif kecil dibanding beberapa bursa lain, order book BitMart dinilai lebih sehat sehingga memperoleh skor likuiditas tertinggi.

Hal ini mengindikasikan bahwa transaksi jual beli BDAG dapat dilakukan dengan dampak harga yang relatif kecil.


2. LBank

Likuiditas: 131

Volume:
sekitar Rp198,92 juta

LBank berada pada posisi kedua.

Volume perdagangan lebih tinggi dibanding BitMart, namun skor likuiditas jauh lebih rendah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa besarnya transaksi belum tentu diikuti dengan kedalaman order book yang memadai.


3. Pionex

Likuiditas: 124

Volume:
sekitar Rp33,17 miliar

Pionex mencatat volume perdagangan terbesar dalam daftar tersebut.

Namun skor likuiditasnya berada di bawah BitMart dan sedikit di bawah LBank.

Kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai faktor, seperti distribusi order yang belum merata, spread yang lebih lebar pada waktu tertentu, atau struktur order book yang belum sedalam pesaingnya.

Bukan berarti Pionex buruk, melainkan menunjukkan bahwa volume besar tidak otomatis menghasilkan skor likuiditas tertinggi.


4. XT.com

Likuiditas: 36

Volume:
sekitar Rp2,99 miliar

XT memiliki volume cukup tinggi, namun Liquidity Score masih berada di angka 36.

Hal ini mengindikasikan bahwa kedalaman pasar BDAG di XT masih dapat ditingkatkan.


5. Coinstore

Likuiditas: 11

Volume:
sekitar Rp856 juta

Coinstore termasuk salah satu bursa yang sejak awal mendukung perdagangan BlockDAG.

Skor likuiditasnya menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih berkembang.


6. Biconomy

Likuiditas: 5

Volume:
sekitar Rp164 juta

Likuiditas yang rendah biasanya menunjukkan jumlah order aktif belum terlalu banyak.

Investor yang melakukan transaksi dalam jumlah besar perlu memperhatikan kemungkinan terjadinya slippage.


7. Azbit

Likuiditas: 2

Volume:
sekitar Rp869 juta

Meskipun volume terlihat cukup besar, skor likuiditas masih rendah.

Ini menunjukkan bahwa volume tidak selalu mencerminkan kualitas pasar.


8. Fastex

Likuiditas: 1

Volume:
sekitar Rp627 juta

Likuiditas yang sangat rendah berarti order book kemungkinan masih tipis.

Investor disarankan menggunakan limit order agar memperoleh harga yang lebih baik.


9. Weex

Likuiditas: 1

Volume:
sekitar Rp412 juta

WEEX masih menunjukkan tingkat likuiditas yang sangat rendah untuk pasangan BDAG/USDT, sehingga transaksi bernilai besar berpotensi memengaruhi harga lebih signifikan dibanding bursa dengan skor lebih tinggi.


Mengapa Bursa dengan Volume Besar Bisa Memiliki Likuiditas Rendah?

Inilah pertanyaan yang paling sering muncul.

Jawabannya sederhana.

Bayangkan dua pasar tradisional.

Pasar pertama memiliki transaksi Rp10 miliar per hari, tetapi hanya ada dua pedagang.

Pasar kedua hanya memiliki transaksi Rp2 miliar, namun terdapat ratusan pedagang dengan stok barang yang banyak.

Pasar kedua biasanya lebih mudah memenuhi permintaan pembeli tanpa membuat harga berubah drastis.

Prinsip yang sama berlaku pada aset kripto.

Likuiditas lebih menitikberatkan pada kedalaman pasar, bukan sekadar jumlah transaksi.


Mengapa Investor BlockDAG Perlu Memperhatikan Likuiditas?

Likuiditas yang tinggi memberikan beberapa keuntungan:

  • Spread bid-ask lebih sempit.
  • Slippage lebih kecil.
  • Harga lebih stabil.
  • Eksekusi order lebih cepat.
  • Risiko manipulasi harga lebih rendah.

Sebaliknya, likuiditas rendah dapat menyebabkan harga melonjak atau turun tajam hanya karena adanya transaksi dalam jumlah besar.

Bagi investor institusional maupun pemegang BDAG dalam jumlah besar, faktor ini menjadi sangat penting saat menentukan tempat melakukan transaksi.


Apa Arti Skor Likuiditas bagi Ekosistem BlockDAG?

Semakin banyak bursa dengan likuiditas tinggi yang mendukung BDAG, semakin matang pula pasar token tersebut. Likuiditas yang baik dapat meningkatkan kepercayaan investor karena mempermudah proses masuk dan keluar dari pasar dengan biaya implisit yang lebih rendah.

Namun, skor likuiditas bersifat dinamis. Angka yang terlihat hari ini dapat berubah seiring bertambahnya market maker, meningkatnya jumlah pengguna aktif, perubahan volume organik, atau adanya program penyedia likuiditas dari bursa maupun proyek itu sendiri. Karena itu, investor sebaiknya tidak hanya melihat satu metrik pada satu waktu, tetapi memantau perkembangannya secara berkala.

Kesimpulan

Daftar pasangan BDAG/USDT di CoinMarketCap menunjukkan bahwa Liquidity Score merupakan indikator yang berbeda dari volume perdagangan. Bursa dengan volume transaksi terbesar belum tentu memiliki pasar yang paling dalam atau paling efisien.

Bagi investor, memahami perbedaan antara volume dan likuiditas dapat membantu mengambil keputusan yang lebih baik, terutama ketika melakukan transaksi dalam jumlah besar. Sementara volume menggambarkan aktivitas perdagangan, likuiditas mencerminkan kualitas pasar yang sesungguhnya—mulai dari kedalaman order book, spread harga, hingga kemampuan menyerap transaksi tanpa mengganggu harga secara signifikan.

Dalam konteks BlockDAG, keberadaan pasangan BDAG/USDT di berbagai bursa merupakan langkah positif untuk memperluas akses pasar. Namun, perkembangan ekosistem ke depan juga akan sangat ditentukan oleh peningkatan likuiditas yang berkelanjutan, karena pasar yang likuid cenderung lebih efisien, transparan, dan menarik bagi investor ritel maupun institusi. Dengan memahami metrik ini, pelaku pasar tidak hanya melihat “berapa besar volume”, tetapi juga “seberapa sehat” pasar tempat mereka bertransaksi.

asia.co.id

asia.co.id

Stay Connected test

  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
BlockDAG Super Explorer Kembali Sinkron Penuh, Indikasi Positif bagi Stabilitas Jaringan dan Persiapan Ekosistem ASIC

BlockDAG Super Explorer Kembali Sinkron Penuh, Indikasi Positif bagi Stabilitas Jaringan dan Persiapan Ekosistem ASIC

July 9, 2026

PT Macan Sejahtera Cahaya Siap Hadir di Bengkulu: Membawa Standar Layanan Nasional untuk Mendukung Investasi, Industri, dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah

July 15, 2026
SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

June 24, 2026

SAFAR Chain, Membangun Masa Depan Perjalanan Halal Berbasis Blockchain, AI, dan Web3

July 23, 2026
BlockDAG (BDAG): Proyek Blockchain Generasi Baru yang Menggabungkan Kecepatan DAG dan Keamanan Proof-of-Work

BlockDAG (BDAG): Proyek Blockchain Generasi Baru yang Menggabungkan Kecepatan DAG dan Keamanan Proof-of-Work

0
SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

SAFAR (SFR): Menggabungkan Keuangan Digital, Gaya Hidup, dan Ekonomi Perjalanan dalam Satu Ekosistem

0

Dalam Kekacauan Pasar, Musuh Terbesar Adalah Kepanikan

0

Desentralisasi, Anonimitas, Regulasi, dan Penipuan Investor Ritel Kripto di Asia

0

Memahami Peringkat Likuiditas di CoinMarketCap:

July 25, 2026

BiFinance Buka Perdagangan BDAG/USDT, Seberapa Menarik bagi Investor? Menimbang Peluang, Fitur, dan Risiko

July 25, 2026

BlockDAG Akui Ada Penundaan Sementara pada Transfer Dompet dan Sinkronisasi Data Jaringan

July 25, 2026

Hyperliquid: Teknologi Blockchain Generasi Baru yang Menjembatani Kecepatan Bursa Terpusat dan Transparansi DeFi

July 24, 2026

Recent News

Memahami Peringkat Likuiditas di CoinMarketCap:

July 25, 2026

BiFinance Buka Perdagangan BDAG/USDT, Seberapa Menarik bagi Investor? Menimbang Peluang, Fitur, dan Risiko

July 25, 2026

BlockDAG Akui Ada Penundaan Sementara pada Transfer Dompet dan Sinkronisasi Data Jaringan

July 25, 2026

Hyperliquid: Teknologi Blockchain Generasi Baru yang Menjembatani Kecepatan Bursa Terpusat dan Transparansi DeFi

July 24, 2026

asia.co.id the Investment news

Follow Us

Browse by Category

  • Advertorial
  • Apps
  • Blockchain
  • Business
  • Ekonomi
  • Entertainment
  • Fashion
  • Gadget
  • Gaming
  • Hukum
  • Hukum
  • Karir
  • Kripto
  • Market
  • Mobile
  • News
  • NFT
  • Opini
  • Politics
  • Properti
  • Review
  • Science
  • Tech
  • Travel
  • Uncategorized

Recent News

Memahami Peringkat Likuiditas di CoinMarketCap:

July 25, 2026

BiFinance Buka Perdagangan BDAG/USDT, Seberapa Menarik bagi Investor? Menimbang Peluang, Fitur, dan Risiko

July 25, 2026
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 Asia.co.id - asia.co.idasia.co.id.

No Result
View All Result
  • Home
  • Transactions
    • Checkout

© 2026 Asia.co.id - asia.co.idasia.co.id.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by