Jakarta: Perbedaan endpoint RPC dan klaim tentang dua sejarah blockchain Chain ID 1404 memunculkan pertanyaan serius: apakah ekosistem BlockDAG sedang menghadapi sekadar masalah infrastruktur, atau justru persoalan konsensus yang lebih fundamental?
Bukan Lagi Sekadar Persoalan RPC
Perdebatan mengenai jaringan BlockDAG atau BDAG memasuki babak yang jauh lebih serius.
Sebelumnya, persoalan yang muncul di kalangan pengguna terlihat seperti masalah teknis biasa: RPC tidak merespons, explorer mengalami gangguan, staking tidak dapat diakses melalui endpoint tertentu, atau saldo terlihat berbeda setelah pengguna mengganti RPC.
Namun unggahan komunitas di CoinMarketCap yang kemudian diterjemahkan menggunakan Gemini membawa persoalan tersebut ke tingkat berbeda. Narasi yang berkembang menyebut adanya indikasi dua sejarah Chain ID 1404 yang berbeda, meskipun keduanya disebut berawal dari genesis yang sama.
Jika benar, persoalannya bukan lagi sekadar:
“RPC mana yang lebih cepat?”
Melainkan:
“Blockchain mana yang sebenarnya sedang dibaca oleh wallet, explorer, staking platform, exchange, dan pengguna?”
Pertanyaan tersebut sangat penting karena Chain ID 1404 sendiri tidak cukup untuk membuktikan bahwa dua endpoint sedang membaca sejarah blockchain yang identik.
Chain ID Sama Tidak Berarti Riwayat Sama
Secara sederhana, Chain ID dapat dianalogikan sebagai identitas jaringan untuk membedakan suatu blockchain dalam ekosistem EVM.
Dalam dokumentasi BlockDAG yang masih tersedia, jaringan disebut menggunakan Chain ID 1404, dengan rpc.bdagscan.com sebagai RPC dan bdagscan.com sebagai explorer. (BlockDAG Network)
Tetapi perkembangan terbaru di sisi komunitas menunjukkan konfigurasi yang berbeda.
Situs BDAG Community saat ini menyatakan bahwa endpoint komunitas menggunakan:
rpc.blockdag.engineering
dengan Chain ID yang sama, yaitu 1404. Situs tersebut bahkan mengklaim bahwa rpc.bdagscan.com memiliki block hash yang berbeda dari rantai yang mereka anggap kanonik. (BDAG Community)
Inilah titik kritisnya.
Dua endpoint dapat sama-sama menjawab:
Chain ID = 1404
tetapi belum tentu memberikan:
- block hash yang sama,
- parent hash yang sama,
- transaction history yang sama,
- state blockchain yang sama,
- maupun saldo kontrak yang sama.
Karena itu, Chain ID bukan bukti tunggal mengenai canonical chain.
Audit Publik: Empat Sumber yang Perlu Dibandingkan
Untuk memahami persoalan ini secara objektif, sedikitnya terdapat empat sumber publik yang relevan untuk dikomparasi:
1. BDAGscan
bdagscan.com merupakan explorer yang secara historis digunakan sebagai pintu masuk utama ekosistem BlockDAG. Dokumentasi mainnet yang tersedia masih mencantumkan rpc.bdagscan.com dan Chain ID 1404. (BlockDAG Network)
Namun saat pemeriksaan publik terbaru, halaman utama BDAGscan menunjukkan data blockchain yang sangat terbatas, sementara halaman node juga tidak menampilkan data node aktif secara normal. (BlockDAG Explorer)
Ini belum membuktikan bahwa BDAGscan salah.
Tetapi dari sudut pandang audit, kondisi tersebut membuat verifikasi independen menjadi semakin penting.
2. BlockDAG Engineering
Endpoint rpc.blockdag.engineering menjadi salah satu pusat perhatian karena digunakan oleh komunitas yang menyebut dirinya sebagai pengelola atau pendukung jaringan kanonik.
BDAG Community secara eksplisit mempublikasikan endpoint tersebut sebagai RPC publik dan menyatakan bahwa jaringan komunitasnya menggunakan Chain ID 1404. Mereka juga menganjurkan pengguna menjalankan node sendiri sehingga tidak perlu mempercayai satu endpoint tertentu. (BDAG Community)
Menariknya, pendekatan tersebut sebenarnya sejalan dengan prinsip audit blockchain:
jangan hanya percaya explorer; verifikasi node.
Namun klaim bahwa suatu rantai adalah “canonical” tetap harus dapat diverifikasi secara independen melalui data blockchain.
3. BlockDAG Works
Dokumentasi publik lain, yaitu BlockDAG Works, juga mencantumkan Chain ID 1404 dan menyediakan konfigurasi jaringan serta dokumentasi RPC untuk pengembang. (BlockDAG Docs)
Ini menjadi pembanding menarik karena menunjukkan bahwa angka 1404 bukan sekadar konfigurasi pada satu situs.
Pertanyaannya kemudian berubah:
Apakah node-node tersebut menghasilkan block hash yang identik pada ketinggian blok yang sama?
Jika ya, probabilitas bahwa mereka membaca chain yang sama menjadi jauh lebih kuat.
Jika tidak, maka harus dicari titik percabangannya.
4. BDAG Community / WelshDAG
Sumber komunitas menjadi sangat penting karena mereka mengklaim telah membandingkan data node dan menemukan perbedaan sejarah.
BDAG Community saat ini menyatakan bahwa mereka menganggap rpc.blockdag.engineering sebagai endpoint kanonik dan menuduh rpc.bdagscan.com sebagai fork dengan Chain ID sama tetapi block hash berbeda. Klaim tersebut berasal dari pihak komunitas dan belum boleh diperlakukan sebagai putusan independen. (BDAG Community)
Justru karena ada klaim seperti itu, pemeriksaan silang menjadi semakin diperlukan.
Titik Audit Terpenting: Block Hash
Dalam audit blockchain, angka block height saja tidak cukup.
Misalnya dua node sama-sama menjawab:
Block 500.000
Belum berarti keduanya melihat blok yang sama.
Auditor harus meminta:
Block Number
Block Hash
Parent Hash
Timestamp
Transactions
State Root
Misalnya:
| Parameter | Node A | Node B |
|---|---|---|
| Chain ID | 1404 | 1404 |
| Block | 500.000 | 500.000 |
| Block Hash | ABC123 | ABC123 |
| Parent Hash | DEF456 | DEF456 |
| Transactions | Sama | Sama |
| State | Sama | Sama |
Jika seluruh data tersebut cocok, maka indikasi kuat bahwa keduanya berada pada sejarah yang sama.
Sebaliknya:
| Parameter | Node A | Node B |
|---|---|---|
| Chain ID | 1404 | 1404 |
| Block | 500.000 | 500.000 |
| Block Hash | ABC123 | XYZ789 |
maka persoalannya menjadi jauh lebih serius.
Chain ID sama, tetapi blok berbeda.
Di Mana Seharusnya Audit Dimulai?
Audit yang benar tidak perlu langsung memeriksa jutaan blok.
Metode yang lebih efisien adalah mengambil sampel pada beberapa titik sejarah:
Genesis → blok awal → pertengahan → blok sebelum dugaan divergence → blok setelah divergence → latest block.
Jika seluruh hash identik, klaim adanya dua sejarah menjadi semakin lemah.
Jika ditemukan perbedaan, pemeriksaan dapat dilakukan secara binary search untuk menemukan blok pertama yang berbeda.
Contohnya:
100.000 = sama
200.000 = sama
300.000 = sama
400.000 = berbeda
Kemudian:
350.000
325.000
312.500
...
Sampai ditemukan blok divergence.
Itulah bukti yang jauh lebih kuat daripada screenshot atau pernyataan komunitas.
Mengapa Ini Penting untuk Staking?
Persoalan menjadi semakin sensitif ketika menyangkut staking.
Bayangkan seorang pengguna melakukan staking melalui satu endpoint:
Wallet → RPC → Staking Contract → Blockchain State
Kemudian explorer membaca data dari endpoint lain:
Explorer → RPC berbeda → Blockchain State berbeda
Jika state kedua node memang berbeda, pengguna bisa menghadapi situasi membingungkan:
- transaksi terlihat di satu tempat tetapi tidak di tempat lain;
- saldo berbeda;
- staking terlihat aktif pada satu interface tetapi tidak pada interface lain;
- kontrak memberikan hasil berbeda;
- transaksi dianggap tidak ditemukan;
- atau histori wallet tidak konsisten.
Ini bukan berarti semua masalah staking yang pernah dialami pengguna otomatis disebabkan oleh fork.
Tetapi perbedaan state blockchain harus dieliminasi sebagai kemungkinan sebelum pengguna mengambil keputusan finansial.
Menariknya, Ada Bukti Infrastruktur yang Tidak Sepenuhnya Konsisten
Komparasi publik juga memperlihatkan sesuatu yang menarik.
Di satu sisi, dokumentasi mainnet yang tersedia masih mengarahkan pengguna ke rpc.bdagscan.com dan bdagscan.com. (BlockDAG Network)
Di sisi lain, komunitas yang mengoperasikan infrastruktur alternatif saat ini menyatakan bahwa rpc.blockdag.engineering adalah endpoint kanonik dan secara eksplisit meminta pengguna tidak menggunakan rpc.bdagscan.com. (BDAG Community)
Artinya, dari perspektif pengguna biasa, muncul konflik sumber otoritas.
Inilah yang sebenarnya lebih berbahaya daripada sekadar RPC down.
Sebab pengguna tidak hanya membutuhkan jaringan yang hidup.
Mereka membutuhkan kepastian:
“Saya sedang bertransaksi di blockchain yang mana?”
Bahkan Node Sendiri Bukan Alasan untuk Berhenti Memverifikasi
Menariknya, komunitas BDAG sendiri menyarankan pengguna menjalankan node pribadi dan tidak mempercayai satu endpoint secara mutlak. (BDAG Community)
Ini merupakan prinsip yang sehat dalam blockchain.
Node mandiri memungkinkan operator membandingkan:
- peer,
- block height,
- block hash,
- transaksi,
- state,
- dan sinkronisasi.
Namun menjalankan node sendiri juga bukan jaminan otomatis.
Node tersebut harus dipastikan:
sinkron dengan peer yang benar dan mengikuti aturan konsensus yang benar.
Karena itu, audit ideal bukan:
“Saya percaya RPC A.”
atau:
“Saya percaya RPC B.”
Melainkan:
“Saya dapat membuktikan bahwa data A, B, C dan node saya sendiri menghasilkan sejarah yang sama.”
Kesimpulan: Jangan Panik, Tetapi Jangan Mengabaikan
Perdebatan Chain 1404 saat ini layak dipandang serius, tetapi juga harus ditempatkan secara proporsional.
Belum tepat menyimpulkan bahwa BlockDAG pasti mengalami chain split permanen.
Namun juga tidak tepat menganggap persoalan ini hanya sebagai masalah kosmetik explorer apabila memang terdapat bukti bahwa dua endpoint menghasilkan block hash berbeda.
Yang harus dilakukan sekarang adalah audit berbasis bukti.
Minimal bandingkan:
rpc.bdagscan.comrpc.blockdag.engineering- endpoint/node komunitas terkait
- node independen yang menjalankan Chain 1404
- dokumentasi konfigurasi jaringan
- block hash pada ketinggian blok yang sama
- transaction hash dan receipt
- state saldo serta kontrak
- titik pertama terjadinya divergence.
Dengan pendekatan tersebut, komunitas tidak perlu memilih berdasarkan loyalitas kepada pihak tertentu.
Blockchain seharusnya tidak ditentukan oleh siapa yang paling keras berbicara, tetapi oleh data yang dapat diverifikasi.
Dan bagi pemegang BDAG, miner, validator/node operator, developer, exchange maupun pengguna staking, pertanyaan terpenting saat ini bukan:
“RPC mana yang populer?”
Melainkan:
“RPC mana yang benar-benar mengikuti sejarah Chain 1404 yang dapat dibuktikan secara kriptografis?”
Itulah pertanyaan yang harus dijawab sebelum ekosistem melangkah lebih jauh.
Catatan audit: artikel ini membedakan antara fakta yang dapat diverifikasi dari sumber publik dan klaim komunitas. Situs BDAG Community menyebut adanya perbedaan block hash dan menyatakan rpc.blockdag.engineering sebagai canonical, sementara dokumentasi BlockDAG yang masih tersedia mencantumkan rpc.bdagscan.com sebagai RPC Chain 1404. (BDAG Community) Karena kedua klaim tersebut berasal dari pihak yang berbeda, status “canonical” sebaiknya dianggap belum final sampai diverifikasi melalui perbandingan hash blok, transaksi, dan state secara independen.













